IRMAS TV

Loading...

Minggu, 25 Agustus 2013

Demo Ekskul IRMAS 2013

Tidak ada komentar
Assalamu'alaikum akhi wa ukhti :)
Tidak terasa sekarang sudah memasuki tahun ajaran 2013/2014. Kepengurusan IRMAS periode 2012/2013 pun akan segera berakhir. Kurang lebih satu bulan lagi, IRMAS 27 akan memulai memegang kepengurusan IRMAS 2013/2014. Seperti biasa, demo ekskul yang diadakan setiap tahun merupakan salah satu kegiatan yang bisa menjadi 'latihan' bagi IRMAS 27 sebelum akhirnya tiba waktunya bagi 27 untuk memimpin. Bisa dibilang masa transisi dari IRMAS 26 ke 27 :)

Demo ekskul tahun 2013 ini baru saja dilaksanakan pada hari Jum'at, 23 Agustus 2013 yang lalu. Mempersiapkan demo ekskul ini bukan sesuatu yang cukup mudah, memang masalah selalu saja muncul, tetapi dengan semangat, kerja keras, usaha, do'a, dan solidaritas yang kuat, masalah seperti apapun tidak akan menjadi penghambat bagi para pejuang IRMAS :') Salut banget deh sama semuanya yang sudah bekerja keras demi demo ekskul IRMAS, semoga kedepannya IRMAS bisa terus menjadi ekskul yang terbaik dan sukses :)


Semoga anggota IRMAS semakin bertambah banyak, dan bukan hanya banyak di awal, tetapi banyak sampai akhir :) banyak dan semakin berkualitas tentunya, aamiin :)

Senin, 12 Agustus 2013

Daftar Nama Pemimpin Al-Kautsar

Tidak ada komentar
Daftar Pemimpin Periode Awal Hingga Kini



Keterangan :
Periode angkatan 9 - 11 belum terbentuk struktur pengurus keputrian 

Moonzher Angkatan
Periode
Ketua IRMAS
Ketua Keputrian
9
1995 - 1996
Rahmat Levaji
_
10
1996 - 1997
Arman
_
11
1997 - 1998
Mahfuz
_
12
1998 - 1999
Akhlis Nursetiadi
Siti Khodijah
13
1999 - 2000
Saifuddin
Pitriyanti
14
2000 - 2001
Abdul Ghani
Siti Rofiah
15
2001 - 2002
Syarifudin
Sri Rahayu
16
2002 - 2003
Arif maulana akbar
Wira Oktaviani
17
2003 - 2004
Devi Arisandi
Syifa Nadhlifah
18
2004 - 2005
Angga Lesvian
Deuis Hasanah
19
2005 - 2006
Eva Madzen
20
2006 - 2007
Istiqomah Amalia
21
2007 - 2008
22
2008 - 2009
Kristia Andrianto Suyadi
Raisa Afni Afifah
23
2009 - 2010
Alifia Annisa
24
2010 - 2011
Siti Syifa Printiarti
25
2011 - 2012
Fathan Muhammad
Asma Jundiyah
26
2012 - 2013
Hasmi Nurdinsyah Malik
Izza Dwivianka Lestari
27
2013 - 2014
Fathan Hizbuddin
Rizky Khairunnisa Al-Hadi
28
2014 - 2015
Muhammad Assisrizqie
Idzni Izzati
29
2015 - 2016
Muhammad Azka Ramadhan
Taqiyyah Rahmawati

Kamis, 01 Agustus 2013

Artikel Islami : Salah Kaprah Idul Fitri "Minal Aidzin"

Tidak ada komentar
Assalamu’alaikum ukhti….. akhi…..

Nggak kerasa ya kita udah memasuki minggu terakhir bulan RamadhanL rasanya belum mau berpisah nih….. masih mau banyak-banyak mencari bekal akhirat… tapi ada baiknya kita jangan bersedih. Berdoa saja agar semua amal ibadah kita dibulan Ramadhan kali ini bisa diterima oleh Allah SWT. dan kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan, tahun depannya lagi, dan bertahu-tahun kemudian lagi. Amin Allahuma Amin.

Biasanya saat lebaran itu banyak kerabat yang saling meminta maaf dengan mengucapkan minal ‘aidin wal faizin yang berarti mohon maaf lahir dan batin. Yakan? Tapi tau nggak sih, sebenarnya pengucapan itu kurang tepat iho.

“Ah iya apa?”

“Masa sih? Sok tau deh!”

“Masa orang minta maaf dibilang nggak tepat sih?”

Berhubung tidak ada seorangpun yang tahu apakah amalan kita dibulan Ramadhan diterima atau tidak, agaknya kata “Minal ‘Aidin wal Faizin (mohon maaf lahir dan batin)” dirasa kurang pas. Maka dari itu Rasulullah mengajarkan kita untuk mengucapkan tahniah atau ucapan selamat untuk sesama muslim yang bertemu di hari Idul Fitri dengan TAQOBALALLAHU MINNA WAMINKA (WAMINKUM), WAJA’ALANA MINAL ADIN WAL FAIZIN yang berarti “Semoga Allah menerima amaliyah ramadhan saya dan ramdhan anda/kalian, dengan demikian kita akan menjadi orang yang kembali (kepada agama) dan orang yang berbahagia karena telah beroleh kemenangan.”

Tau nggak sih? Walaupun kalimat minal ‘aidin wal faizin yang udah sangat terkenal dan sering kita ucapin pas Idul Fitri tuh nggak sedikit yang salah iho dalam pengejaan dan penulisannya. Terus penulisan yang benarnya gimana dong? Penulisan yang benar secara kaidah fonologisnya ialah Minal ‘Aidin wal Faizin. Sementara penulisan yang benar secara EYD (ejaan yang disempurnakan) ialah Minal Aidin wal Faizin. Nggak sedikit iho yang menuliskan minal aidzin wal faidzin, atau minal aizin wal faizin, bahkan minal aidin wal faidin.

“Emang kenapa sih? Kan yang penting bunyinya sama?”

“Sepele kali kan cuma nambah ‘dz’ doang.”

“Ah kayak yang diucapin tau aja kita salah apa enggak.”

Wah pemikiran kayak gini harus dihilangin nih. Walaupun bahasa Arab bukan bahasa utama di Indonesia, tapi sebagai umat muslim kita harus tahu. Penambahan ‘dz’ berarti kita menggunakan huruf dzal padahal sebenarnya penulisannya menggunakan huruf dal yang dilambangkan dengan huruf ‘d’ iho.

“Emang penting ya?”

Tentu saja penting. Karena salah penulisan ataupun penambahan/pengurangan/perubahan huruf akan berimbas pada arti dan makna kata itu sendiri. Contohnya aja kalau ada laki-laki yang mau ngerayu ibunya, “Mom, you’re just like an angle.” ”Loh bang? Kok umi kayak sudut?” “Angle mi….. eh iya deh hehehe maaf ya mi maksud abang angel.” Nah kan nggak jadi deh ngerayu ibu tersayang 

Tapi memangnya ngucapin “Minal ‘Aidin wal Faizin (mohon maaf lahir dan batin)” tuh bener-bener nggak boleh ya?

Sebenarnya boleh-boleh aja kok, cuma kayaknya kurang pas aja. Kalau kita lihat berdasarkan arti kata-per-katanya, kata lahir dalam bahasa Indonesia ini berasal dari kata al-dhohiru dalam bahasa Arab yang artinya tampak wujudnya. Sedangkan kata batin dalam bahasa Indonesia berasal dari kata al-bathinu dalam bahasa Arab yang berarti tidak tampak wujudnya.

Jadi secara semantik, kalimat mohon maaf lahir dan batin berarti mohon maaf atas kesalahan yang tampak maupun yang tidak tampak. Hmmm agak ghaib nggak sih? Hehehe rasanya kita kayak ngucapin maaf ke paranormal yang bisa “ngeliat” hal-hal yang nampak dan nggak nampak. Kayaknya akan lebih mudah dipahami dan diterima juga lebih baik kalau kita ngucapin mohon maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun nggak disengaja :D

Kiranya sekian dulu yang bisa kami sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan baik dalam penulisan maupun penyampaian. Sesungguhnya kami tidak bermaksud menggurui, hanya bermaksud menyampaikan.

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. dan kita bisa kembali fitri pada 1 Syawal nanti. Amin, Insya Allah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sumber:

Artikel Islami : Salah Kaprah Idul Fitri

Tidak ada komentar
Assalamu’alaikum ukhti wa akhi :D

Nggak terasa ya sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan suci Ramadhan. Bagi sebagian besar orang ini merupakan suatu kesedihan, tetapi kita harus terus menatap ke depan karena dengan berakhirnya Ramadhan itu artinya kita akan menuju hari kemenangan pada 1 Syawal 1434 H. Semoga kita diberi kesehatan dan umur panjang oleh Allah SWT. agar dapat berjumpa dengan Ramadhan ditahun mendatang, Amin, Insya Allah.

Kebanyakan orang Indonesia dengan suka cita akan menyambut Idul Fitri dengan serba serbi baru. Mulai dari pakaian baru, celana baru, sepatu dan sandal baru, ketupat yang baru dimasak, opor ayam yang baru matang, sampai siap-siap mendapat thr atau angpao baru hehehe.

Seluruh muslim di dunia pastinya ingin kembali fitri kan? Eits hati-hati loh jangan sampai salah mengartikan ya. Fitri disini bukan fitri dari kata fithroh yang berarti bersih atau suci. Kata fitri yang dimaksudkan dalam “Idul Fitri” ialah berasal dari kata fithr (fathoro-yafthuru-ifthor) yang artinya berbuka. Jadi hari raya Idul Fitri yang kita rayakan setiap 1 Syawal itu artinya kembali berbuka setelah berpuasa selama satu bulan penuh lamanya. Makanya sebelum kita melaksanakan shalat Idul Fitri kita dianjurkan untuk makan dan minum terlebih daluhu.

Bahkan ada yang menyebut Idul Fitri itu sebagai HARI RAYA BERBUKA PUASA iho J

Sebenarnya kalau diartikan “kembali bersih/suci” juga boleh-boleh saja, tapi rasanya agak berat dan spekulatif. Kenapa? Karena kita kan tidak tahu apakah seluruh amal ibadah kita khususnya puasa Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT. atau tidak, yakan? Kalau Alhamdulillah seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. maka dosa-dosa kita akan dihapuskan dan menjadikan kita sebagai orang yang bersih/suci seperti bayi yang baru lahir.  Tapi kalau nggak? Rasanya agak kurang pas bukan.

Seperti yang dikatakan Rasulullah SAW. melalui sabdanya: “Bahwa sungguh betapa banyak orang yang berpuasa tetapi karena tidak dilakukan dengan keimanan dan perhitungan (ikhtisaban) maka yang akan diperolehnya hanyalah rasa lapar dan dahaga saja.” Berdasarkan sabda ini sudah jelas bahwa diterima atau tidaknya amal ibadah kita, khususnya puasa Ramadhan hanya Allah SWT. –lah yang tahu.

Kata fitri ini juga harusnya berlaku pada zakat yang biasanya kita lakukan pada akhir bulan Ramadhan. Taukan dengan istilah zakat fitrah? Sebenarnya istilah fitrah disitu kurang tepat iho, yang lebih tepat ialah kata fitri. Sehingga yang benar ialah zakat fitri.

“Tapi kenapa sih?”

Pada zaman ketika Rasulullah SAW. masih hidup, Beliau tidak ingin ada orang yang tidak makan setelah berpuasa selama satu bulan penuh lamanya. Baik itu orang yang berlebih, berkecukupan maupun yang kekurangan. Jadi, kembali lagi ke arti fitri yang dimaksud ialah berbuka, maka dari itu istilah zakat fitri dimaknakan dengan kembali makan.

Dari Abu Hurairah berkata: Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adlha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.(Hadits Sahih. Dikeluarkan oleh Imam-Imam: Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252).

Kiranya sekian dulu yang bisa kami sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan baik dalam penulisan maupun penyampaian. Sesungguhnya kami tidak bermaksud menggurui, hanya bermaksud menyampaikan.

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. dan kita bisa kembali fitri pada 1 Syawal nanti. Amin, Insya Allah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sumber:

Berita Terpopuler

Member